Selasa, 02 Maret 2010

NUMPANG NAMPANG
Pameran tunggal POPO


Kurator: Andi RHARHARHA & Bujangan Urban

Pembukaan pameran:

Sabtu, 6 Maret 2010

Pukul 17.00 – selesai

Dimeriahkan oleh:

The Kucruts

Kapitalindo


Pameran:
8 – 20 Maret 2010

(buka Senin - Sabtu pukul 11.00 – 21.00)

RURU Gallery
ruangrupa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan 12820
t/f: +62 21 8304220
e-mail: info@ruangrupa.org
www.ruangrupa.org




POPO adalah seorang street artist Jakarta. Awal mula eksistensinya dimulai dari tembok-tembok bisu jalanan. “Silence Speak“, kata POPO mencoba menjelaskan gagasannya yang selama ini berbicara melalui karya-karyanya sebagai diary atas hal-hal pribadi yang tidak bisa diungkapkannya secara verbal.

POPO menggunakan tembok-tembok di pinggir jalanan Jakarta sebagai “Diary Komunikasi Visual Seni Jalanan”. Diary biasanya mencatat cerita atau kejadian pribadi yang dialami sehari-hari. Komunikasi visual, adalah sebuah proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan menggunakan medium yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Seni jalanan mengacu pada ruang publik yang menyediakan tempat-tempat untuk menyalurkan ekspresi dengan bahasanya sendiri untuk berbicara kepada publik yang lebih luas lagi.

Selain sebagai seniman, POPO juga mengajar sebagai dosen Komunikasi Visual di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. POPO diangkat, dan kemudian sering dipanggil, sebagai Dosen Istimewa karena dia dianggap berhasil memakai dan mempresentasikan media street art untuk berkomunikasi dengan publik yang lebih luas.

Kali ini, ruangrupa mengundang POPO secara khusus untuk mempresentasikan karya proyeknya dalam sebuah pameran tunggal di RURU Gallery pada 6 – 20 Maret 2009.

Untuk pameran tunggalnya ini, POPO akan berkarya mengeksplorasi berbagai macam media digital print, polaroid, lukisan, mural, tampilan screen saver pada desktop komputer, neon box, toys character, instalasi, lukisan diatas media gelas & mangkok mie ayam. Selain itu, Popo juga menanggapi benda-benda yang menyimpan memori yang dekat dengan pengalamannya seperti lukisan pemandangan alam dan lukisan kuda yang sering dipajang diruang tamu. Karakter POPO juga mencoba merebut ruang dengan strategi "numpang nampang” dengan berpose bersama artis-artis infotainment dan disini bisa kita lihat salah satu contoh karyanya, foto polaroid pose karakter POPO berjabat tangan dengan Presiden SBY.



Tidak ada komentar: